PMI Mojokerto menunjukkan peran nyata dalam melayani masyarakat selama musim mudik Lebaran tahun ini. Palang Merah Indonesia Kabupaten Mojokerto mendirikan pos kesehatan khusus di titik-titik strategis jalur mudik. Dengan demikian, para pemudik yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapat penanganan tepat waktu. Kehadiran pos tersebut menjadi bukti nyata komitmen PMI dalam mendukung keselamatan masyarakat.
Selama periode arus mudik dan arus balik, petugas kesehatan PMI mencatat sebanyak 23 kasus yang masuk. Selanjutnya, tim relawan segera menangani setiap kasus sesuai prosedur medis yang berlaku. Kasus-kasus tersebut meliputi kelelahan fisik, pusing, mual, hingga gangguan pernapasan ringan. Oleh karena itu, ketersediaan tenaga medis dan peralatan di pos mudik menjadi faktor yang sangat krusial.
Ketua PMI Mojokerto menyatakan bahwa seluruh relawan telah mendapat pembekalan teknis sebelum bertugas. Selain itu, tim PMI melengkapi setiap pos dengan obat-obatan esensial, alat pemantau tekanan darah, dan tandu darurat. Tim relawan juga berkoordinasi aktif dengan dinas kesehatan setempat dan unit gawat darurat rumah sakit terdekat. Dengan begitu, penanganan kasus yang memerlukan rujukan medis dapat berjalan cepat dan terstruktur.
Para pemudik menyambut positif kehadiran pos kesehatan PMI di sepanjang jalur mudik Mojokerto. Bahkan, sebagian pemudik secara sukarela berhenti untuk memeriksakan kondisi kesehatannya kepada petugas. Di samping itu, relawan aktif memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya istirahat selama perjalanan jauh. Sehingga, kesadaran pemudik terhadap keselamatan berkendara pun turut meningkat selama masa mudik berlangsung.
PMI Mojokerto juga menyiagakan unit ambulans selama 24 jam penuh di lokasi pos mudik. Selanjutnya, tim relawan mengaktifkan sistem komunikasi antarpos untuk memastikan respons cepat terhadap setiap kejadian darurat. Pemerintah daerah menyambut positif inisiatif serupa yang berjalan di berbagai daerah seluruh Indonesia. Oleh karena itu, sinergi antara PMI daerah dan pemerintah setempat terbukti memperkuat layanan kesehatan saat mudik.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto mengapresiasi dedikasi seluruh relawan PMI Mojokerto selama bertugas. Beliau menegaskan bahwa kolaborasi ini akan terus diperkuat pada musim mudik tahun-tahun mendatang. Selain itu, pemerintah daerah berencana menambah jumlah pos kesehatan di jalur-jalur yang padat pemudik. Dengan demikian, cakupan layanan kesehatan selama musim mudik semakin luas dan merata.
Keberhasilan PMI Mojokerto menangani 23 kasus menjadi catatan penting bagi pengembangan program serupa ke depan. Selanjutnya, tim PMI menggunakan data kasus tersebut sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kesiapsiagaan di masa mendatang. Dengan demikian, setiap pemudik dapat menjalani perjalanan dengan lebih aman, nyaman, dan terlindungi secara medis.
